Wednesday, July 8, 2009

Mengunci Komputer dari Jarak Jauh

Ok, seteleah googling beberapa menit akhirnya nemuin juga cara mengunci komputer dari jarak jauh. Eits tunggu dulu, asal syaratnya harus dalam satu jaringan lho..and ente harus menguasai yang namanya telnet. Caranya mudah buanget dech. Buka telnet pada kompi yang akan kita kunci dari jarak jauh. Caranya:
-klik start>run>telnet (ip target)misalnya targetnya adalah 192.168.0.202, lalu masukkan username dan password dengan benar.
-setelah muncul tampilan seperti ini:



-ketikkan rundll32.exe user32.dll,LockWorkStation seperti ini:



-Klik enter...dan wuissssshhhh..kompi target langsung terkunci tanpa harus menyentuhnya.

Oiya teks ini rundll32.exe user32.dll,LockWorkStation juga bisa dijadikan sortcut lho. Mau tahu caranya? Ikuti langkah berikut:

1. klik kanan pada desktop
2. klik new, pilih sortcut
3. setelah muncul tampilan seperti ini:



4. pada kotak yang dilingkari merah ketikkan rundll32.exe user32.dll,LockWorkStation
5. Klik Next, beri nama LOCK COMPUTER
6. Klik Finish, Jadi deh sortcutnya.

Untuk mengunci komputer tinggal klik dua kali sortcut tadi. Sekian dulu postingannya, dah maghrib nih,,,sampe ketemu lagi pada postingan berikutnya.

Tuesday, July 7, 2009

Komunitas Genome Bisa Menghasilkan Biofuel (Bahan Bakar Organik)


Genome dari 17 spesies semut, jamur dan bakteri yang memakan ratusan pon daun dalam satu tahun akhirnya bisa menyebabkan lahirnya teknik baru dalam pembuatan biofuel (bahan bakar organik).

Ilmuwan dari University of Wisconsin, Joint Genome Institute dan Emory University sedang mengurutkan komunitas genome yang pertamakali-ada, mencari petunjuk mendasar tentang bagaimana bioreaktor yang berusia 50 juta tahun beroperasi.

"Semut-semut pemotong daun, jamur, dan bakteri ini bisa menggemburkan sampai (880 pon)daun kering tiap tahunnya," kata Garret Suen, seorang Ilmuwan di Unversity of Wisconsin, Madison bekerja pada proyek itu.

"Kami yakin bahwa seluruh komunitas berusaha membantu mencapai hal ini," Suen menuturkan pada reporter Discovery News.

Di alam liar, tentara semut-semut pemotong daun menyebar ke seluruh dasar hutan hujan untuk mencari dedaunan. Dengan rahang penjepit mereka yang kuat, mereka memotong bagian-bagian dedaunan dan kemudian membawanya kembali ke sarang mereka di bawah tanah, dimana mereka memberi makan dengan daun itu secara hati-hati pada kebun jamur yang mereka rawat.

Jamur-jamur itu mensekresikan enzim pada daun yang akhirnya memecahkan daun menjadi bermacam-macam molekul, dari reaksi ini menyisakan gula yang digunakan oleh semut sebagai makanan.

Sekali jamur memecahkan daun menjadi molekul sebanyak yang mereka bisa, semut-semut mengambil potongan-potongan daun dari kebun jamur, membawanya ke permukaan dan membuangnya dalam tumpukan-tumpukan di sekitar sarang. Bakteri melanjutkan memecah (menghancurkan) sisa-sisa serpihan daun, sehingga limbahnya tidak memenuhi koloni semut.

Secara pasti, molekul mana yang dipecah oleh jamur dan bakteri masih dalam tahap investigasi.

Hanya dua dari spesies serangga yang lain yang telah menyusun suatu hubungan simbiosis yang dekat dengan jamur. Tanpa jamur, koloni semut mati. Tanpa semut, jamur tidak bisa bertahan hidup. Bakteri tergantung pada keduanya dalam hal makanan.

Pada akhir 50 juta tahun, tiga kelompok organisme telah mengoptimalkan hubungan mereka untuk menghasilkan jumlah maksimum energi yang dihasilkan dari daun. Bagaimana komunitas itu melakukan hal ini adalah masih mejadi sebuah misteri--salah seorang ilmuwan berharap untuk membongkar misteri ini menggunakan hibah dari Roche untuk mengurutkan genome dari 17 organisme itu, termasuk tiga spesies semut pemotong daun yang berbeda.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa ada sekitar 1.5 milyar pasangan dasar dari 17 organisme berbeda itu. Genome manusia sendiri mengandug kira-kira tiga milyar pasangan dasar.

Terkunci di dalam komunitas genome bisa menjadi petunjuk yang akhirnya dapat menuntun para ilmuwan untuk menemukan enzim baru atau teknik-teknik yang bisa menjadikan manusia mampu untuk membuat biofuel secara lebih efisien.

"Sebuah sistem pendekatan adalah penting untuk menjawab dengan jelas tentang biofuel, karena pemecahan lignoselulosa dengan enzim masih sangat mahal dan tidak praktis," kata Lars Angenent, seorang ilmuwan yang mempelajari bagaimana bermacam-macam organisme memecah selulosa untuk menghasilkan biofuel di Cornell University.

"Saya kira pekerjaan di Wisconsin harus dihargai, karena tidak hanya mengurutkan indiviu bakteri atau serangga, tapi agak mengarah ke seluruh sistem biologi," Kata Angenent.

Sumber: dsc.discovery.com

Friday, July 3, 2009

Jika Dua Binatang Terkuat Bertemu


Apabila makhluk paling mematikan di planet ini saling bertikai satu sama lain di alam liar, predator mana yang akan memenangkan pertarungan itu? banyak dari perkelahian binatang paling mematikan tidak pernah terlihat dan beberapa raja hutan ditakdirkan untuk tidak pernah bertemu-sampai sekarang!

12 bagian berseri ini menantang kerajaan binatang predator melawan satu sama lain dalam sebuah pertarungan virtual, mengombinasikan sebuah paduan unik antara alam dan teknologi modern.

Setiap episode dari seri ini mereplika dua binatang buas sebagai binatang biokimia dalam suatu 'Laboratorium Gigitan', dengan bantuan dari para pakar ilmuan internasional. Mereka merancang, membangun dan menguji replika animatronik dari binatang yang bisa - tapi biasanya tidak - menyerang melawan satu sama lain di alam liar.

Team ini merekonstruksi serangan dengan membuat replika binatang yang terbuat dari metal ( Besi ) dan menciptakan ulang binatang itu lapis demi lapis -rangka, dan kulit - dalam sebuah lingkungan virtual di komputer.

Dalam arena netral ini, tidak ada binatang yang memiliki kesempatan untuk curang dan hasilnya ditentukan secara ilmiah: keahlian bertarung, senjata dan kelemahan dipertimbangkan terhadap kekuatan fisik, ukuran tubuh, dan serangan. Hasil dari pertarungan mengagumkan antara binatang buas cyber ini akan menentukan binatang mana yang paling mungkin akan menjadi pemenang dimana mereka pernah bertikai satu sama lain di alam liar.

Seri ini dibuka dengan sebuah pertarungan virtual antara singa dengan harimau, yang bisa dikatakan memberikan bukti yang mirip. Kemudian dalam seri itu, buaya air asin saling menggigit dengan hiu putih besar dan gajah diadu dengan badak. Pada episode berikutnya, serigala diadu dengan puma, harimau siberia diadu dengan beruang grizzly, beruang kutub melawan anjing laut, alligator bertarung dengan beruang hitam dan gorila bertarung dengan macan tutul.

sumber: www.discoverychannel.co.uk